Artikel 5 menit baca

Pembukuan sederhana untuk usaha kecil

Banyak warung dan usaha rumahan ramai pembeli tetapi tidak pernah tahu berapa untung bersihnya. Pembukuan sederhana menjawab masalah ini tanpa perlu ilmu akuntansi: cukup disiplin memisahkan dan mencatat.

Langkah nol: pisahkan uang usaha dan uang pribadi

Ini kesalahan nomor satu pemilik usaha kecil: menggunakan satu dompet untuk belanja stok dan belanja dapur. Akibatnya, keuntungan tidak pernah bisa dihitung karena biayanya bercampur.

Pisahkan sesederhana apa pun caranya: rekening berbeda, amplop berbeda, atau pembukuan berbeda. Di aplikasi Catatku, kamu bisa membuat Buku terpisah untuk usaha, sehingga catatan usaha dan pribadi tidak pernah bercampur meski berada dalam satu aplikasi.

Catat tiga hal ini setiap hari

  1. Pemasukan penjualan: Catat sebelum toko tutup. Total harian sudah cukup jika transaksinya banyak dan bernominal kecil.
  2. Pengeluaran usaha: Belanja stok, gas, listrik kios, ongkir, hingga kuli angkut. Catat semua uang yang keluar demi operasional usaha.
  3. Pengambilan pribadi (Prive): Ini bagian yang paling sering bocor: mengambil uang dari laci tanpa catatan. Ambil boleh, tercatat wajib.

Gaji dirimu sendiri

Tetapkan nominal tetap yang kamu ambil tiap bulan sebagai gajimu, dan jangan mengambil uang di luar nominal tersebut. Tanpa gaji tetap, laci toko akan menjadi ATM pribadi, dan usaha yang sebenarnya untung bisa mati kehabisan modal.

Besar gajinya bebas, asalkan usaha sanggup membayar dan angkanya konsisten.

Hitung untung sebulan sekali

Rumusnya sederhana satu baris: untung bersih = total penjualan dikurangi seluruh biaya usaha. Contoh sebulan: Penjualan Rp 9.000.000, belanja stok Rp 5.500.000, biaya operasional Rp 1.500.000. Untung bersihnya adalah Rp 2.000.000. Sehat atau tidaknya usaha terbaca dari angka ini, sedangkan ramainya pembeli bisa menipu.

Jika pencatatan hariannya rapi, fitur Laporan Bulanan Catatku menyusun ketiga angka ini secara otomatis dan dapat diekspor ke format PDF atau Excel jika kamu membutuhkan lampiran untuk pengajuan modal.

Empat kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengira omzet adalah keuntungan: Penjualan Rp 9.000.000 bisa berarti untung Rp 2.000.000, atau malah rugi.
  • Mencatat seminggu sekali dari ingatan: Yang terlupa biasanya pengeluaran kecil, sehingga keuntungan terlihat lebih besar dari kenyataan.
  • Tidak menghitung barang dagangan yang dipakai sendiri: Barang jualan yang diambil untuk konsumsi pribadi tetaplah biaya usaha.
  • Menunda mencatat utang pelanggan: Bon yang tidak tercatat adalah barang yang hilang. Cara mencatatnya ada di panduan utang dan piutang.

Pertanyaan seputar ini

Saya perlu aplikasi kasir atau cukup pembukuan?

Keduanya punya fungsi yang berbeda. Aplikasi kasir mengurus transaksi langsung di depan pembeli, sedangkan pembukuan mengurus kesehatan usahanya. Untuk usaha kecil yang baru mulai, pembukuan yang rapi biasanya yang lebih dulu dibutuhkan.

Uang usaha dan pribadi saya terlanjur bercampur. Mulai dari mana?

Tidak perlu pusing membereskan masa lalu. Tetapkan hari ini sebagai hari pertama: hitung uang yang ada, putuskan berapa yang dijadikan modal usaha, catat sebagai saldo awal, dan mulailah disiplin dari sana.

Berapa sebaiknya gaji untuk diri sendiri?

Mulailah dari angka yang sanggup dibayar usaha sambil tetap bisa membeli stok barang. Lebih baik mulai dari kecil lalu naik perlahan, daripada menetapkan angka besar yang memakan modal usaha.

Praktikkan dengan Catatku

Catat pengeluaran, atur Budget, dan baca laporannya di satu aplikasi. Gratis untuk mulai, bisa jalan tanpa internet.